By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Merayakan atau Melupakan Kartini di Tengah Krisis Ruang Aman Perempuan
Nasib Guru Honorer di Tengah Gelombang Pengangkatan PPPK Pegawai SPPG
Kunjungan Seremonial Kepala BGN di Jember dalam Bayang Bayang
Indikasi Skandal dalam Program makan Bergizi Gratis
Komplikasi Program Makan Bergizi Gratis

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar GMNI

Tanggapi Kenaikan PPN 12%, GMNI Kendari Minta PJ Gubernur Sultra Lakukan Upaya Antisipasi Dampak Eskalasinya

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Sabtu, 28 Desember 2024 | 15:57 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Foto: GMNI Kendari saat melakukan aksi unjuk rasa/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id, Kendari – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Kendari Sulawesi Tenggara (Sultra) soroti terkait kenaikan Pajak Pertambahan (PPN) menjadi 12% yang akan dilakukan oleh Pemerintahan Prabowo-Gibran yang diberlakukan mulai Bulan Januari 2025.

Melalui Ketua Bidang (Kabid) Agitasi dan Propaganda Aksi-nya, Aji Darmawan, DPC GMNI Kendari mengatakan bahwa persoalan rencana kenaikan PPN 12% ini akan berdampak kepada sektor pertanian dimana kelangkaan pupuk menjadi keresahan masyarakat petani, khususnya juga bagi para petani di Sultra.

“Kenaikan tarif PPN melahirkan dampak yang signifikan pada sektor pertanian. Sebelumnya kenaikan tarif PPN ini terjadi setelah tidak ada kenaikan sejak tahun 2000 hingga 2022, dimana tarif PPN semula 10 persen, lalu naik menjadi 11 persen pada tahun 2022, dan kini menjadi 12 persen,” ujar Aji sapaan akrabnya, Sabtu (28/12/2024).

Jika melihat pada kenaikan PPN yang 11% di tahun kemarin dampaknya memang bisa pada penurunan produksi, seperti misalnya rumput laut, tebu, kelapa sawit, teh, jambu mete, kopi, dan lain sebagainya. Begitu juga pada kenaikan PPN 12 % kali ini, imbasnya pula pada lonjakan harga seperti pada ternak unggas dan susu segar.

“Kenaikan PPN 12% juga akan menyebabkan harga beberapa komoditas mengalami lonjakan, salah satunya unggas akan naik 0,3% dan harga susu segar yang akan menjadi komponen dalam makanan bergizi gratis juga akan naik, Begitupun dengan Padi akan naik harganya, meskipun tidak besar, 0,08 persen, seperti yang telah diucapkan oleh Menteri Keuangan,” sambung Aji.

Selain itu, Aji Darmawan mengungkapkan bahwa dampak kenaikan PPN ini tidak hanya berpengaruh pada harga, tetapi juga terhadap tenaga kerja di sektor pertanian yang akan mempengaruhi harga jual-beli, sehingga ia berharap agar pemerintah mengkaji ulang kenaikan PPN 12% itu.

Baca Juga:   Tangan Halus Pemerintah di Balik Pecahnya Nasionalisme dalam GMNI?

“Karena mengingat ketika terjadi lonjakan harga pada seluruh komuditas termasuk pertanian, ini akan mempengaruhi harga pasar sehingga berakibat pada daya beli masyarakat. Saya berharap pemerintah benar-benar menghitung betul dampak dari PPN 12% ini terhadap inflasi, tenaga kerja, ekspor, serta kenaikan harga komoditas,” ungkap Aji.

Berkaca pada pengalaman tahun 2022, Pemerintah menaikkan tarif PPN dari 10 persen menjadi 11 persen mengakibatkan inflasi, Pemerintah berdalih kenaikan dilakukan untuk melaksanakan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2024 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP). Pemerintah Pusat mengklaim kebijakan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan penerimaan negara guna mendukung stabilitas ekonomi nasional.

Olehnya untuk mengantisiapasi hal tersebut GMNI Kota Kendari mendorong pemerintah Sultra untuk mengambil kebijakan yang adil dan tidak membebani masyarakat khususnya Kaum Marhaen di Sultra.

“Jika tarif PPN tetap dinaikan, maka mau tidak mau, kita harus menerimanya dan mengingat ini merupakan kebijakan pemerintah pusat maka GMNI Kota Kendari meminta kepada PJ Gubernur Sultra sebagai Pemda untuk melakukan langkah-langkah mitigasi agar dampak eskalasinya tidak berdampak luas bagi masyarakat terkait PPN 12% yang akan naik pada 1 Januari 2025 mendatang,” tutup Aji.***

Penulis: Redaksi/Editor: Bung Wadhaar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Merayakan atau Melupakan Kartini di Tengah Krisis Ruang Aman Perempuan
Sabtu, 18 April 2026 | 10:23 WIB
Nasib Guru Honorer di Tengah Gelombang Pengangkatan PPPK Pegawai SPPG
Sabtu, 18 April 2026 | 10:01 WIB
Kunjungan Seremonial Kepala BGN di Jember dalam Bayang Bayang
Sabtu, 18 April 2026 | 09:57 WIB
Indikasi Skandal dalam Program makan Bergizi Gratis
Sabtu, 18 April 2026 | 09:53 WIB
Komplikasi Program Makan Bergizi Gratis
Sabtu, 18 April 2026 | 09:42 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

DPP GMNI Mendorong Pelaksanaan UHC: Tidak Menyisakan Ketimpangan Akses & Kualitas Layanan Kesehatan

Marhaenist.id, Jakarta - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Tanggapi Dualisme yang Sedang Terjadi, DPC GMNI Sejabodetabeksu Layangkan Pernyataan Sikap

Marhaenist.id, Jakarta - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Hadiri Kampanye Akbar di GBK, Atikoh dan Alam Curi Perhatian Ratusan Ribu Pendukung Ganjar-Mahfud

Marhaenist.id, Jakarta - Siti Atikoh Suprianti dan Zinedine Alam turut hadir mendampingi…

Peningkatan PPN akan Menjadi Disinsentif Bagi Masyarakat Kecil

Marhaenist.id - Keputusan pemberlakuan tarif pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 12 persen…

Historical: Pidato Bung Karno Saat Hari Natal

Marhaenist.id - Di suatu malam Natal pada 1963 di podium gereja Jakarta,…

GMNI Berduka: Ketua Panitia Kongres Persatuan GMNI Ke – XV Nizis Edward Julistris, Telah Tutup Usia

Marhaenist.id, Bangka Tengah - Kabar duka kembali menyelimuti Keluarga Besar Alumni Gerakan Mahasiswa…

DPC GMNI Bandung di Bawah Irfan Ade: Kepemimpinan yang Sah dan Progresif

Marhaenist.id - Dalam dinamika organisasi mahasiswa nasional yang penuh tantangan dan perubahan,…

Demokrasi Ditangan Jokowi: Tantangan Etika Politik dan Moralitas

Marhaenist.id - Dinamika politik Indonesia kembali memunculkan sorotan dengan berkembangnya situasi seputar…

Tragedi Kecelakaan Bus SMK Lingga Kencana Depok: Luka Mendalam dan Evaluasi Total!

Marhaenist.id - Kecelakaan maut bus rombongan siswa SMK Lingga Kencana Depok di…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?