By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Demokrasi Bukan Dagangan Elite: GMNI Situbondo Tolak Tegas Pilkada oleh DPRD
Dokumen Rahasia Amerika: AS Mengetahui Skala Pembantaian Tragedi 1965
Kendalikan Hama Belalang dengan Ayam: Kebijakan Kemandirian Pangan Ibrahim Traoré di Burkina Faso
Sukarno dan Analisis Anti-Kolonialnya yang tidak Rasis
Ibrahim Traoré, Pan-Afrikanisme dan Langkah-Langkahnya untuk Kedaulatan Afrika

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Opini

Leviathan yang Tersenyum

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Sabtu, 31 Mei 2025 | 16:12 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Ilustrasi Leviathan, Mahluk Mitologi yang mengerikan/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id – Ketertiban atau Ketakutan?

Di negeri ini, kita tidak butuh kudeta untuk kembali ke zaman kekuasaan absolut. Cukup digandengkan dengan kata “stabilitas nasional”, “persatuan”, dan “nasionalisme”, maka kita rela menyerahkan akal sehat, hak kritik, dan kebebasan berpikir.

Begitulah cara Leviathan—makhluk politik buatan Thomas Hobbes—hidup kembali dalam diri kekuasaan yang dipoles demokrasi tapi bersenjata retorika militer.

Prabowo Subianto presiden terpilih adalah perwujudan dari ini: ia belum menjadi tiran dalam pengertian klasik, tapi penjaga keteraturan dengan simbol-simbol loreng dan logika ala barak –retret.

Berpikir Dicurigai

René Descartes pernah berkata, “Saya berpikir, maka saya ada.” Tapi hari ini, jika Anda berpikir terlalu keras—apalagi mempertanyakan kekuasaan—Anda bisa dianggap sebagai subversif. Demokrasi kita telah kehilangan methodic doubt, keraguan sehat yang diperlukan agar kekuasaan tak tumbuh liar.

Ketika kritik dilemahkan, ketika oposisi difitnah, dan ketika rakyat lebih senang menonton TikTok daripada memahami rancangan undang-undang, maka demokrasi tidak dibunuh—ia bunuh diri.

Leviathan yang Kita Undang Sendiri

Thomas Hobbes percaya bahwa manusia secara alami penuh hasrat dan cenderung saling memangsa. Maka satu-satunya jalan damai adalah menyerahkan kebebasan kepada kekuasaan mutlak — sang Leviathan.

Hari ini, kita melakukannya tanpa sadar:

Menyambut pemimpin militer dengan suara mayoritas.

Membenarkan pembatasan kebebasan atas nama ketertiban.

Menganggap demokrasi terlalu ribut dan “butuh pemimpin tegas”.

Kita tidak dipaksa tunduk. Kita memilih tunduk, karena takut akan “kekacauan” yang terus-menerus dijual media elite.

Saat Akal Jadi Alat Penindasan

Horkheimer, filsuf Mazhab Frankfurt, mengingatkan bahwa akal bisa menjadi alat penindasan bila dilepaskan dari nilai-nilai emansipatoris.
Akal modern, kata dia, telah berubah menjadi akal instrumental—yang hanya bertanya “bagaimana cara menang?” bukan “apakah ini adil?”

Baca Juga:   Supremasi Hukum: Jangan Jadikan Hukum Positif Indonesia Sebagai Instrumen Politik Praktis

Inilah yang terjadi hari ini.
Logika kekuasaan militer kembali naik daun bukan karena rasional secara moral, tapi karena efisien secara kekuasaan. Kritik dianggap gangguan. Minoritas dianggap beban. Oposisi dilabel radikal.

Maka demokrasi hari ini adalah demokrasi teknokratis—yang berbicara seperti Excel, bertindak seperti mesin, dan menekan seperti senjata.

Demokrasi yang Tak Mau Berpikir

Jika Hobbes mengajarkan bahwa kita butuh kekuasaan untuk menjaga kita dari kekacauan, dan Descartes mengajarkan kita berpikir untuk memastikan kebenaran, maka Horkheimer mengingatkan:

_Jika berpikir hanya untuk memperkuat kekuasaan, maka kita telah kehilangan jiwa._

Dan itulah yang sedang kita saksikan: Leviathan yang tersenyum, didukung oleh rakyat, tapi mengurung semua bentuk keberanian intelektual.

Kini pertanyaannya bukan lagi:
“Siapa yang akan memimpin kita?”

Tapi: “Apakah kita masih berpikir bebas di bawah kekuasaan yang mengaku menjaga kita?”


Penulis: Firman Tendry Masengi, Alumni GMNI.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print

ARTIKEL TERBARU

Demokrasi Bukan Dagangan Elite: GMNI Situbondo Tolak Tegas Pilkada oleh DPRD
Selasa, 13 Januari 2026 | 12:57 WIB
Dokumen Rahasia Amerika: AS Mengetahui Skala Pembantaian Tragedi 1965
Selasa, 13 Januari 2026 | 10:42 WIB
Foto: Ibrahim Traore, Presiden Burkina Faso (Sumber: Inilah.com)/MARHAENIST.
Kendalikan Hama Belalang dengan Ayam: Kebijakan Kemandirian Pangan Ibrahim Traoré di Burkina Faso
Senin, 12 Januari 2026 | 19:19 WIB
Sukarno dan Analisis Anti-Kolonialnya yang tidak Rasis
Senin, 12 Januari 2026 | 15:03 WIB
Foto: Ibrahim Traore, Presiden Burkina Faso (Sumber: Inilah.com)/MARHAENIST.
Ibrahim Traoré, Pan-Afrikanisme dan Langkah-Langkahnya untuk Kedaulatan Afrika
Senin, 12 Januari 2026 | 15:02 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

3 Pembacok Aktivis GMNI Sukabumi Dibekuk, Redaksi Marhaenist.id Minta Hukuman Seberatnya Sesuai Prilakunya

Marhaenist.id, Kendari - Jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sukabumi Kota berhasil…

DPD PA GMNI Jakarta Raya Dorong Realisasi Good Governance Jakarta Berkeadilan Sosial

Marhaenist.id, Jakarta – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Alumni (PA) Gerakan Mahasiswa…

DPC GMNI Tangsel Sesalkan Tindakan Kekerasan terhadap Mahasiswa Katolik di Pamulang

Marhaenist.id, Pamulang Tangsel - Baru-baru ini, sebuah video yang menjadi viral di…

Mahasiswa Jakarta Bergerak: Menantang Prabowo Diskusi Terbuka dan Siap Lapor Balik Prabowo Subianto

Marhaenist.id, Jakarta- Mahasiswa Jakarta Bergerak akan melaporkan Prabowo Subianto terkait dengan pelanggaran…

Presiden atau Cuma OMON-OMON?

Marhaenist.id - Prabowo Subianto mungkin punya satu keinginan sederhana: namanya tercatat dalam…

Inilah Sikap Tegas Bung Karno Menolak Berdirinya Negara Israel Diatas Tanah Palestina

Marhenist.id - Dukungan Presiden Republik Indonesia pertama, Ir Soekarno, terhadap kemerdekaan Palestina…

Skenario Perbaikan Demokrasi dan Pemerintahan Dibutuhkan Oleh Masyarakat Sipil

MARHAENIST - Di tengah kondisi kehidupan bangsa yang tengah menurun dalam berbagai…

Sukarno dan Islam Sontoloyo

MARHAENIST - Ikatan Sukarno dan islam tidak sulit dijelaskan. Bukan hanya karena…

Studi Terhadap Prilaku Keserakahan, Seberapa Mengerikannya Manusia? (Bagian 1)

Marhaenist.id - Akhir-akhir ini dunia sosial kita disibukkan oleh berita-berita tentang perilaku…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format

Vivere Pericoloso

🎧 Online Radio

Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?