By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Soroti Kemacetan Ketapang, Sonny T. Danaparamita: Ini Kegagalan Manajemen Logistik
Ketahanan Pangan di Bawah Bayang-Bayang Geopolitik, Jan Prince Permata: Stabilitas atau Sekadar Ilusi?
DPC GMNI Balikpapan Kecam Keras Pelanggaran HAM oleh Kodim Balikpapan terhadap Massa Aksi Solidaritas Andrie Yunus
Polemik Kopdes Merah Putih di Desa Polindu Kian Memanas, Inilah Kata Praktisi Hukum!
GMNI DKI Kecam Gugurnya 3 Prajurit TNI oleh Israel: Desak RI Keluar dari BOP dan Fokus Krisis Domestik

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Opini

Ironi Sebuah Nasionalisme

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Jumat, 21 Februari 2025 | 05:31 WIB
Bagikan
Waktu Baca 2 Menit
Ilustrasi Nasionalisme/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id – Di sebuah negeri yang kaya akan janji, seorang pejabat berdiri di mimbar, suaranya menggema, penuh percaya diri. Dengan wajah berwibawa, ia berkata, “Jika kalian pergi ke luar negeri, maka saya meragukan nasionalisme kalian”.

Ah, betapa mudahnya kata-kata itu meluncur dari bibir yang tak pernah tahu pahitnya menunggu panggilan kerja. Betapa ringannya menuduh ketika perut sendiri tak pernah kosong, ketika anak-anak sendiri tak pernah bertanya, “Ayah, makan apa kita hari ini?”

Mereka yang berangkat ke negeri asing bukanlah pengkhianat, melainkan perantau yang membawa cinta kepada tanah air dalam bentuk kerja keras. Mereka memeras keringat di bawah matahari yang bukan milik mereka, mencuci piring di restoran-restoran yang namanya sulit dieja, membangun gedung-gedung yang tak akan pernah mereka tinggali.

Dan setiap bulan, dengan tangan gemetar, mereka mengirimkan hasil jerih payah mereka ke kampung halaman—menyambung hidup orang tua, menyekolahkan adik-adik, membangun rumah yang dulu reyot diterpa angin.

Tetapi anehnya, nasionalisme justru menjadi pakaian yang paling nyaman bagi mereka yang menikmati kekuasaan. Oligarki yang menguasai tanah dan sumber daya, para pemburu rente yang menjadikan kebijakan sebagai ladang keuntungan, para pejabat yang menghisap anggaran tanpa malu—mereka semua mengaku nasionalis.

Foto: Edi Subroto/MARHAENIST.

Mereka berseru tentang cinta tanah air, sementara tangan mereka sibuk menjarahnya. Mereka berbicara tentang pengabdian, sementara rakyatnya terhimpit oleh aturan yang mereka buat sendiri.

Nasionalisme, dalam tangan mereka, bukan lagi soal bagaimana menciptakan tatanan yang adil, tetapi sekadar alat untuk mempertahankan dominasi.

Mereka menuduh yang pergi sebagai pengkhianat, tetapi tak pernah bertanya: mengapa negeri ini tak lagi bisa memberi mereka tempat? Mereka mempertanyakan loyalitas rakyatnya, tetapi tak pernah mempertanyakan bagaimana mereka telah menjadikan negeri ini tempat yang sulit mencari kerja.

Baca Juga:   Sudah Sejahterakah Buruh Hari Ini? Telaah Kritis Melalui Perspektif Marxis

Maka jangan tanyakan nasionalisme mereka yang pergi, yang bekerja dalam diam. Namun tanyakanlah nasionalisme mereka yang tetap tinggal, tetapi menjadikan negeri ini tak ramah bagi pencari hidup. Mungkin bisa hidup, tetapi hidup sebenggol sehari.***


Penulis: Edi Subroto, Alumni GMNI.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Foto: Sonny T Danaparamita, Anggota DPR RI (Dokpri)/MARHAENIST.
Soroti Kemacetan Ketapang, Sonny T. Danaparamita: Ini Kegagalan Manajemen Logistik
Kamis, 2 April 2026 | 11:45 WIB
Ketahanan Pangan di Bawah Bayang-Bayang Geopolitik, Jan Prince Permata: Stabilitas atau Sekadar Ilusi?
Kamis, 2 April 2026 | 11:26 WIB
DPC GMNI Balikpapan Kecam Keras Pelanggaran HAM oleh Kodim Balikpapan terhadap Massa Aksi Solidaritas Andrie Yunus
Kamis, 2 April 2026 | 10:00 WIB
Polemik Kopdes Merah Putih di Desa Polindu Kian Memanas, Inilah Kata Praktisi Hukum!
Rabu, 1 April 2026 | 14:37 WIB
Foto: Deodatus Sunda Se, Ketua DPD GMNI DKI Jakarta (Dokpri)/MARHAENIST.
GMNI DKI Kecam Gugurnya 3 Prajurit TNI oleh Israel: Desak RI Keluar dari BOP dan Fokus Krisis Domestik
Rabu, 1 April 2026 | 12:49 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Membelah Nasionalis, Merapikan Kekuasaan: Tangan Imanuel Cahyadi, Setneg & BIN di Balik Perpecahan GMNI?

Marhaenist.id - Perpecahan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dalam Kongres Bandung bukan…

Ganjar-Mahfud Ucapkan Selamat ke Prabowo-Gibran, Ajak Bersatu Kembali untuk Bangsa

Marhaenist.id, Jakarta - Sidang sengketa Pilpres 2024 di Mahkamah Konstitusi (MK) telah…

Kasus Bahar Bin Smith Aniaya Banser: Tantangan Bagi Reformasi Polri

Marhaenist.id - Kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan tokoh kontroversial Bahar Bin Smith…

PBNU Akan Berikan Sanksi Pada 5 Nahdliyin Yang Temui Presiden Israel

Marhaenist.id, Jakarta- Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf,…

Akar Desa Indonesia Sayangkan Debat Cawapres Jadi Panggung Sindiran dan Minim Solusi Permasalahan Desa

Marhaenist.id, Jakarta - Debat kandidat calon wakil presiden yang kedua menjadi ujian kelayakan bagi…

The Art oF War Sun-Tzu: Menyerang Dengan Siasat

Marhaenist.id - Dalam sepanjang sejarah Kekaisaran Tiongkok, ada banyak jenderal dan ahli…

Wacana Revisi UU Pilkada Menguat, Didin Indra Saputra: Demokrasi Jangan Mundur

Marhaenist.id, Jakarta – Wacana revisi Undang-Undang Pemilihan Kepala Daerah (UU Pilkada) yang…

Menumbuhkan Nilai-nilai Pancasila di Era Digitalisasi

Marhaenist.id - Untuk mendasarkan kehidupan kita pada Pancasila, tak cukup dengan sekedar…

Sosialisme Utopis Friedrich Engels

Marhaenist - Sosialisme modern adalah, dalam esensinya, hasil langsung dari pengakuan, di…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?