By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
GMNI Riau Tegaskan Polri di Bawah Presiden Merupakan Amanat Konstitusi
Digadang akan Menggantikan Prof. Arief, Ini Deretan Kontroversi Adies Kadir!
Gelar Peluncuran dan Bedah Buku Prof. Arief Hidayat, Tandai 13 Tahun Pengabdian sebagai Hakim Konstitusi
GMNI Nilai Pencabutan 28 Izin Perusahaan Harus Jadi Awal Reformasi Kehutanan
Pengakuan Bung Karno Soal Pergumulan Batin: Dari ‘Islam Raba-raba’ menjadi ‘Islam yang Yakin’

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Opini

Ironi Sebuah Nasionalisme

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Jumat, 21 Februari 2025 | 05:31 WIB
Bagikan
Waktu Baca 2 Menit
Ilustrasi Nasionalisme/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id – Di sebuah negeri yang kaya akan janji, seorang pejabat berdiri di mimbar, suaranya menggema, penuh percaya diri. Dengan wajah berwibawa, ia berkata, “Jika kalian pergi ke luar negeri, maka saya meragukan nasionalisme kalian”.

Ah, betapa mudahnya kata-kata itu meluncur dari bibir yang tak pernah tahu pahitnya menunggu panggilan kerja. Betapa ringannya menuduh ketika perut sendiri tak pernah kosong, ketika anak-anak sendiri tak pernah bertanya, “Ayah, makan apa kita hari ini?”

Mereka yang berangkat ke negeri asing bukanlah pengkhianat, melainkan perantau yang membawa cinta kepada tanah air dalam bentuk kerja keras. Mereka memeras keringat di bawah matahari yang bukan milik mereka, mencuci piring di restoran-restoran yang namanya sulit dieja, membangun gedung-gedung yang tak akan pernah mereka tinggali.

Dan setiap bulan, dengan tangan gemetar, mereka mengirimkan hasil jerih payah mereka ke kampung halaman—menyambung hidup orang tua, menyekolahkan adik-adik, membangun rumah yang dulu reyot diterpa angin.

Tetapi anehnya, nasionalisme justru menjadi pakaian yang paling nyaman bagi mereka yang menikmati kekuasaan. Oligarki yang menguasai tanah dan sumber daya, para pemburu rente yang menjadikan kebijakan sebagai ladang keuntungan, para pejabat yang menghisap anggaran tanpa malu—mereka semua mengaku nasionalis.

Foto: Edi Subroto/MARHAENIST.

Mereka berseru tentang cinta tanah air, sementara tangan mereka sibuk menjarahnya. Mereka berbicara tentang pengabdian, sementara rakyatnya terhimpit oleh aturan yang mereka buat sendiri.

Nasionalisme, dalam tangan mereka, bukan lagi soal bagaimana menciptakan tatanan yang adil, tetapi sekadar alat untuk mempertahankan dominasi.

Mereka menuduh yang pergi sebagai pengkhianat, tetapi tak pernah bertanya: mengapa negeri ini tak lagi bisa memberi mereka tempat? Mereka mempertanyakan loyalitas rakyatnya, tetapi tak pernah mempertanyakan bagaimana mereka telah menjadikan negeri ini tempat yang sulit mencari kerja.

Baca Juga:   Kenapa Harus Adili Jokowi?

Maka jangan tanyakan nasionalisme mereka yang pergi, yang bekerja dalam diam. Namun tanyakanlah nasionalisme mereka yang tetap tinggal, tetapi menjadikan negeri ini tak ramah bagi pencari hidup. Mungkin bisa hidup, tetapi hidup sebenggol sehari.***


Penulis: Edi Subroto, Alumni GMNI.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print

ARTIKEL TERBARU

GMNI Riau Tegaskan Polri di Bawah Presiden Merupakan Amanat Konstitusi
Selasa, 27 Januari 2026 | 22:05 WIB
Digadang akan Menggantikan Prof. Arief, Ini Deretan Kontroversi Adies Kadir!
Selasa, 27 Januari 2026 | 20:55 WIB
Gelar Peluncuran dan Bedah Buku Prof. Arief Hidayat, Tandai 13 Tahun Pengabdian sebagai Hakim Konstitusi
Selasa, 27 Januari 2026 | 20:31 WIB
GMNI Nilai Pencabutan 28 Izin Perusahaan Harus Jadi Awal Reformasi Kehutanan
Selasa, 27 Januari 2026 | 20:07 WIB
Pengakuan Bung Karno Soal Pergumulan Batin: Dari ‘Islam Raba-raba’ menjadi ‘Islam yang Yakin’
Selasa, 27 Januari 2026 | 19:11 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Abdy Yuhana: Kongres IV PA GMNI Adalah Kongres Gagasan

Marhaenist - Persatuan Alumni GMNI Jawa Barat menggelar acara wellcoming dinner yang…

Peduli Warga TPA Sampah Batu Layang, PA GMNI Pontianak Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Marhaenist - Dalam rangka Dies Natalies Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) ke-68…

Serentak, 899 Kampus di Indonesia Gelar Aksi Menolak Politik Dinasti

Marhaenist.id, Jakarta - Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menggelar aksi membagikan selebaran dan stiker…

GMNI Tantang Debat Terbuka Ketua DPRD Lebak

MARHAENIST - DPK GMNI Fisip USBR dan DPK GMNI Akuntansi Unilam Rangkasbitung…

Beredar Akun IG PA GMNI Sulawesi Tenggara, DPD PA GMNI Sultra Nyatakan Tak Memiliki Akun IG

Marhaenist.id, Kendari - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Alumni (PA) Gerakan Mahasiswa…

Rakyat, Pajak, dan Hak Pilih: Kenapa Pilkada Lewat DPRD Harus Kita Tolak

Marhaenist.id - Memasuki awal tahun 2026, wacana mengembalikan mekanisme Pemilihan Kepala Daerah…

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menemui warga yang berunjuk rasa saat peresmian Flyover Ganefo, Mranggen, Kabupaten Demak, Kamis (13/10/2022). MARHAENIST/Dok Humas Jateng

Gercep! Ganjar Bereskan Demo dan Tuntutan Warga di Flyover Ganefo

Marhaenist - Tidak butuh waktu lama bagi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo…

Masa Jabatan Legislatif Tanpa Ujung: Celah yang Mengancam Alam Demokrasi

Marhaenist.id - Diskursus mengenai pembatasan masa jabatan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)…

Sambut Ganjar, Warga dan Tokoh Adat Sematkan Selendang Beserta Topi Khas Manggarai

Marhaenist.id, Ruteng - Ganjar Pranowo melanjutkan safari politiknya di Ruteng, Kabupaten Manggarai,…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format

Vivere Pericoloso

🎧 Online Radio

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?