Marhaenist.id, Dairi — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Dairi mengecam keras tindakan represif yang dilakukan oleh aparat keamanan negara terhadap Ketua GMNI Labuhanbatu, Wiwi Malpino Hasibuan, bersama sejumlah kader GMNI dan masyarakat.
Tindakan kekerasan tersebut terjadi saat Ketua GMNI Labuhanbatu bersama kader GMNI dan masyarakat mendampingi Kelompok Tani Padang Halaban dan Sekitarnya (KTPH-S) dalam aksi menolak eksekusi penggusuran paksa lahan milik masyarakat.
Akibat tindakan represif tersebut, beberapa korban mengalami pemukulan dan tendangan yang mengakibatkan luka memar serius hingga korban sempat tidak sadarkan diri.
DPC GMNI Dairi menilai tindakan aparat keamanan tersebut merupakan bentuk pelanggaran terhadap hak asasi manusia serta mencederai prinsip-prinsip demokrasi dan keadilan sosial.
Pendampingan yang dilakukan oleh GMNI dan masyarakat merupakan bentuk solidaritas serta pembelaan terhadap hak rakyat kecil yang tengah mempertahankan ruang hidupnya.
Penggusuran paksa lahan masyarakat Padang Halaban dilakukan oleh PT Sinar Mas Agro Resources and Technology (PT SMART Tbk.) yang berlokasi di Kecamatan Aek Kuo, Kabupaten Labuhanbatu Utara.
Proses eksekusi tersebut dinilai sarat dengan intimidasi dan kekerasan terhadap masyarakat serta pihak-pihak yang melakukan pendampingan.
“Kami mengecam keras segala bentuk kekerasan dan tindakan represif aparat terhadap rakyat dan aktivis yang memperjuangkan keadilan agraria. Negara seharusnya hadir untuk melindungi rakyat, bukan justru menjadi alat kepentingan korporasi,” tegas perwakilan DPC GMNI Dairi, Kamis (29/1/2026).
DPC GMNI Dairi mendesak agar aparat keamanan menghentikan segala bentuk kekerasan terhadap masyarakat dan aktivis, serta meminta pertanggungjawaban hukum atas tindakan represif yang telah mengakibatkan korban luka.
Selain itu, GMNI juga menuntut agar proses penggusuran paksa dihentikan dan dilakukan penyelesaian konflik agraria secara adil dan bermartabat.
GMNI menegaskan komitmennya untuk terus berdiri bersama rakyat tertindas dan memperjuangkan keadilan sosial sesuai dengan nilai-nilai perjuangan Marhaenisme.***
Penulis: Redaksi/Editor: Bung Wadhaar.