By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Prof. Arief Hidayat: Perjanjian Dagang RI–AS Jadi Ujian Konstitusi dan Politik Luar Negeri Bebas Aktif
DPP GMNI Desak Pengusutan Terbuka Dugaan Kekerasan Oknum Brimob di Kota Tual yang Tewaskan Anak 14 Tahun
Selamat Datang di “AI New Normal”
Kader GMNI Kota Palu Desak Transparansi Penanganan Kasus Dugaan Kekerasan Aparat di Tual
Antara Dapur MBG dan Nyawa di Kota Tual: GMNI Jakarta Timur Dukung Penuh Kapolri Jadi Petani!

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar GMNI

GMNI Pasaman Kutuk Keras Penganiayaan Brutal terhadap Ibu Saudah, Korban Penolak Tambang Emas Ilegal

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Rabu, 7 Januari 2026 | 04:01 WIB
Bagikan
Waktu Baca 4 Menit
GMNI Pasaman saat mengunjungi Nenek Saudah dengan kondisi luka lebam dibagian kedua matanya (Dokpri)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id, Pasaman – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Pasaman mengutuk dan mengecam keras dugaan aksi penganiayaan brutal terhadap seorang ibu lanjut usia, Saudah (67), warga Lubuk Aro, Kecamatan Rao, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat.

Peristiwa memilukan ini diduga berkaitan dengan sikap korban yang berani menegur aktivitas tambang emas sekitar aliran sungai dan meminta aktivitas penggalian di lahannya dihentikan, pada Kamis malam (1/1/2026) dan ini viral di media sosial.

Akibat dugaan penganiayaan tersebut, Ibu Saudah mengalami luka serius dengan kondisi tubuh memar dan lebam akibat pukulan. Saat ini korban masih menjalani perawatan intensif di RSUD Tuanku Imam Bonjol, Lubuk Sikaping, Pasaman.

Ketua DPC GMNI Kabupaten Pasaman, Andan Hasayangan Hasibuan, menyatakan bahwa tindakan kekerasan terhadap seorang ibu adalah bentuk kebiadaban dan pelanggaran serius terhadap nilai kemanusiaan.

“Kita semua dilahirkan dari rahim seorang ibu. Sungguh biadab apa yang dialami Ibu Saudah ini. Melihat luka-lukanya yang parah akibat ulah oknum pelaku adalah tindakan yang tidak berperikemanusiaan,” tegas Andan usai membesuk korban, Minggu (4/1/2026).

Menurut Andan, GMNI yang berlandaskan ideologi Marhaenisme memiliki tanggung jawab moral untuk membela rakyat kecil. Kasus yang dialami Ibu Saudah merupakan simbol nyata perjuangan rakyat yang mempertahankan hak hidup dan lingkungan, namun justru harus menghadapi kekerasan brutal.

“Ibu Saudah adalah simbol keberanian rakyat Pasaman dalam melawan kesewenang-wenangan. Ia melawan ketidakadilan, dan keberanian ini akan kami kawal,” ujarnya.

GMNI Pasaman menilai peristiwa ini bukan sekadar melukai korban secara fisik, tetapi juga mengguncang nurani masyarakat luas. Kekerasan terhadap seorang ibu lanjut usia mencerminkan semakin terkikisnya budaya hormat terhadap orang tua dan meningkatnya kesewenang-wenangan terhadap rakyat.

Baca Juga:   1 Juni dan Panggilan Sejarah: GMNI Harus Menjadi Teladan Persatuan

“Luka yang dialami Ibu Saudah adalah luka bagi seluruh rakyat Pasaman, bahkan bangsa Indonesia. Tanpa ibu, tidak akan ada generasi, peradaban, dan bangsa yang berdiri kokoh,” tambah Andan.

Atas peristiwa ini, GMNI Pasaman mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengungkap pelaku, memprosesnya secara hukum, dan menjatuhkan hukuman tegas agar menimbulkan efek jera serta menghadirkan keadilan bagi korban.

Selain itu, GMNI mengajak masyarakat—khususnya generasi muda—untuk menghidupkan kembali budaya menghormati orang tua, mengedepankan dialog dalam penyelesaian konflik, serta menolak segala bentuk kekerasan.

Dalam pernyataan sikap tertulisnya, GMNI Pasaman menyampaikan beberapa poin, antara lain:

  1. Mengecam keras dan menolak segala bentuk kekerasan fisik maupun verbal.
  2. Menuntut aparat penegak hukum segera mengusut tuntas dan menghukum pelaku.
  3. Mengajak masyarakat memperkuat budaya hormat kepada ibu dan orang tua.
  4. Memberikan dukungan moral dan solidaritas kepada korban dan keluarga.
  5. Menyerukan seluruh kader GMNI se-Indonesia untuk mengawal kasus ini sebagai bagian dari perjuangan keadilan sosial.

GMNI Pasaman juga menegaskan bahwa tambang emas ilegal tidak hanya merusak lingkungan dan sungai, tetapi kini telah mengancam keselamatan warga sipil.

“Ini bukan persoalan pribadi atau politik, ini adalah masalah hukum dan kemanusiaan. Negara tidak boleh kalah oleh tambang ilegal. Kami meminta sikap tegas Presiden Prabowo Subianto serta gerak cepat Polri dalam mengungkap kasus ini,” tegas Andan.

Diketahui sebelumnya, berdasarkan keterangan keluarga korban yang viral di media sosial, peristiwa penganiayaan terjadi pada Kamis malam, 1 Januari 2026, di wilayah Sibinai, Kecamatan Rao. Sebelumnya, Ibu Saudah mendatangi para pekerja tambang dan meminta aktivitas penggalian di lahannya dihentikan.

GMNI Pasaman menegaskan, kekerasan terhadap rakyat seperti yang dialami Ibu Saudah adalah pelecehan terhadap keadilan dan kemanusiaan.

Baca Juga:   Prabowo-Gibran Ingin Hapus Subsidi BBM dan LPG, GMNI: Menyengsarakan Rakyat

“Rakyat tidak boleh ditindas dalam memperjuangkan hak-haknya. Kami menolak diam,” pungkas Andan.***

Penulis: Redaksi/Editor: Bung Wadhaar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Prof. Arief Hidayat: Perjanjian Dagang RI–AS Jadi Ujian Konstitusi dan Politik Luar Negeri Bebas Aktif
Minggu, 22 Februari 2026 | 21:23 WIB
DPP GMNI Desak Pengusutan Terbuka Dugaan Kekerasan Oknum Brimob di Kota Tual yang Tewaskan Anak 14 Tahun
Minggu, 22 Februari 2026 | 00:25 WIB
Selamat Datang di “AI New Normal”
Minggu, 22 Februari 2026 | 00:06 WIB
Kader GMNI Kota Palu Desak Transparansi Penanganan Kasus Dugaan Kekerasan Aparat di Tual
Sabtu, 21 Februari 2026 | 22:13 WIB
Antara Dapur MBG dan Nyawa di Kota Tual: GMNI Jakarta Timur Dukung Penuh Kapolri Jadi Petani!
Sabtu, 21 Februari 2026 | 11:25 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

DPC GMNI Mandailing Natal Kecam Kekerasan Aparat terhadap Ketua GMNI Labuhanbatu dan Petani Padang Halaban

Marhaenist.id, Mandailing Natal — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Menkeu: Rp 6,2 Triliun Telah Disalurkan Untuk Realisasi BLT BBM

Marhaenist - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, realisasi bantuan langsung tunai…

Pilkada Lewat DPRD, Bentuk Perampasan Hak Rakyat untuk Berdaulat Secara Politik

Marhaenist.id - Mengalihkan Pilkada dari tangan rakyat ke ruang DPRD adalah bentuk…

Refleksi 17 Agustus 1945: Menuju Kemerdekaan RI, Mengenang Peristiwa Rengasdengklok

Marhaenist.id - Pada 15 Agustus 1945, sekitar pukul 19.00, pertemuan dengan berbagai…

Marhaenisme di Persimpangan: Antara Etika Organisasi dan Ambisi Kekuasaan

Marhaenist.id - Yang terlihat hari ini di tubuh internal DPP GMNI bukan…

Meredam Egoisme antar Komisariat di GMNI: Meniti Jalan Bersama Menuju Tujuan Besar

Marhaenist.id - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) merupakan organisasi mahasiswa yang memiliki…

Ribuan Kader dan Alumni GMNI Napak Tilas Ziarahi Makam Bung Karno

Marhaenist - Ribuan kader dan alumni dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Dialog Terbuka Kader GMNI Bahas Potensi dan Tantangan Organisasi di Tengah Perubahan Zaman

Marhaenist.id, Jakarta — Sejumlah kader Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dari berbagai…

Rayakan Dies Natalis GMNI Ke-70, DPK GMNI UIN Jakarta Bagikan Takjil Gratis di Ciputat

Marhaenis.id, Jakarta - Dewan Pengurus Komisariat GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia) Universitas…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?