By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Soekarno Bukan Sekedar Presiden
Ekonomi Biru: Analisis Kritis Atas Kapitalisme Maritim
Perkuat Pembangunan Nasional, PA GMNI di Sultra Gaungkan Kolaborasi Antar Organ Alumni Cipayung
Wacana Pemakzulan Presiden, Firman Tendry Masengi: Titik Temu Legalitas Konstitusi dan Legitimasi Rakyat
Pemakzulan, Konstitusi, dan Legitimasi Rakyat

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
InternasionaleKabar GMNI

GMNI Kecam Keras Intervensi Militer AS ke Venezuela: Dunia Bukan Milik Satu Negara

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Senin, 5 Januari 2026 | 16:18 WIB
Bagikan
Waktu Baca 4 Menit
Foto: Penangkapan Nicolas Maduro Presiden Venezuela oleh Pasukan Elit AS Delta Force (Sumber: Gatranews)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id, Jakarta — Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) mengecam dan mengutuk keras agresi militer Amerika Serikat (AS) terhadap Republik Bolivarian Venezuela. Intervensi militer tersebut dinilai sebagai bentuk nyata imperialisme dan neo-kolonialisme yang secara terang-terangan dipertontonkan kepada masyarakat global.

Agresi militer AS ditandai dengan pengerahan pasukan elit Delta Force yang dilaporkan menangkap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, di kediamannya di Caracas pada 3 Januari 2025. Serangkaian ledakan besar yang mengguncang Pangkalan Udara La Carlota dan kompleks militer Fuerte Tiuna menjadi sinyal dimulainya agresi militer langsung AS ke negara berdaulat tersebut.

GMNI mencatat, agresi ini merupakan intervensi militer AS ke-71 terhadap negara lain dalam 81 tahun terakhir, dan sejarah menunjukkan bahwa dua di antaranya pernah terjadi di Indonesia.

Dalam keterangan persnya, GMNI melalui Ketua DPP GMNI Bidang Geopolitik, Andreas H. Silalahi, menegaskan bahwa tindakan AS telah melampaui batas hukum internasional.

“Tidak ada satu pun negara, sekuat apa pun, yang berhak memperlakukan kepala negara lain sebagai subjek hukum domestiknya sendiri. Ini bukan penegakan hukum, melainkan praktik penjajahan modern. Amerika Serikat harus sadar bahwa dunia ini bukan miliknya,” tegas Andreas, Senin (5/1/2026).

GMNI menilai situasi Venezuela harus menjadi pelajaran penting bagi Indonesia, sebagai negara dengan kekayaan sumber daya alam yang melimpah. Venezuela tercatat sebagai negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia, mencapai 303 miliar barel, melampaui Arab Saudi dan Iran. Fakta ini memperkuat dugaan bahwa agresi militer AS berkaitan erat dengan kepentingan geopolitik dan penguasaan sumber daya alam.

Sebelum penangkapan Presiden Maduro, diketahui telah berlangsung pertemuan diplomatik antara pemerintah Venezuela dan utusan Tiongkok di Istana Miraflores pada 2 Januari 2025.

Baca Juga:   Aliansi Cipayung Plus Soroti Intervensi Pihak UBMG Terhadap Mahasiswa untuk Tidak menjadi Anggota Organisasi Ekstra Kampus

Venezuela dan Tiongkok memiliki hubungan ekonomi jangka panjang, khususnya di sektor minyak, yang terhubung dengan utang Venezuela kepada Beijing sejak era Presiden Hugo Chavez.

GMNI menilai dinamika ini tidak bisa dilepaskan dari eskalasi perang dagang dan perebutan pengaruh global antara AS dan Tiongkok.

Pasca penangkapan Maduro, Presiden AS Donald Trump secara terbuka menyatakan rencana AS untuk mengambil alih pengelolaan produksi minyak Venezuela dan melibatkan perusahaan-perusahaan minyak raksasa AS.

Pernyataan tersebut, menurut GMNI, semakin menguatkan bahwa agresi militer ini berorientasi pada kontrol ekonomi dan sumber daya alam, bukan penegakan demokrasi atau pemberantasan narkoba seperti yang diklaim AS dan pola ini bukan hal baru.

“Sejarah Indonesia pada masa Presiden Sukarno memberi pelajaran pahit. Ketika Bung Karno konsisten melawan imperialisme melalui politik Non-Blok dan NEFO, tekanan asing dilakukan secara sistematis hingga kekuasaannya runtuh pasca 1965,” ujar Andreas.

Dalam konteks tersebut, GMNI menilai tindakan terhadap Presiden Venezuela merupakan kelanjutan praktik lama imperialisme global: menghukum negara yang berani menempuh jalan politik dan ekonomi yang tidak sejalan dengan kepentingan Washington.

“Mengkriminalisasi atau menangkap kepala negara berdaulat bukan hanya serangan terhadap individu, tetapi serangan terhadap hak rakyat suatu bangsa untuk menentukan nasibnya sendiri,” tambahnya.

GMNI juga mengkritisi sikap pemerintah Indonesia yang dinilai masih normatif dan abu-abu dalam merespons agresi AS ke Venezuela. Sebagai negara yang menganut politik luar negeri bebas-aktif dan berprinsip anti-penjajahan, Indonesia didesak untuk bersikap lebih tegas.

“Pemerintah Indonesia wajib menggalang solidaritas global, khususnya negara-negara Non-Blok, untuk menentang intervensi AS di Venezuela, sebagaimana konsistensi Indonesia dalam membela Palestina dari agresi Israel,” pungkas Andreas.

GMNI menegaskan komitmennya untuk terus berdiri di garis perjuangan anti-imperialisme, membela kedaulatan bangsa-bangsa, dan menjaga amanat konstitusi bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan.***

Baca Juga:   GMNI UM-Purwokerto Ditribusikan Kadernya Menjadi Tim Pemantau Pilkada Banyumas 2024

Penulis: Redaksi/Editor: Bung Wadhaar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Soekarno Bukan Sekedar Presiden
Minggu, 12 April 2026 | 13:37 WIB
Foto: Benediktus Aquino, Alumni GMNI DKI Jakarta (Dokpri)/MARHAENIST.
Ekonomi Biru: Analisis Kritis Atas Kapitalisme Maritim
Sabtu, 11 April 2026 | 22:02 WIB
Perkuat Pembangunan Nasional, PA GMNI di Sultra Gaungkan Kolaborasi Antar Organ Alumni Cipayung
Sabtu, 11 April 2026 | 19:21 WIB
Wacana Pemakzulan Presiden, Firman Tendry Masengi: Titik Temu Legalitas Konstitusi dan Legitimasi Rakyat
Sabtu, 11 April 2026 | 18:07 WIB
Pemakzulan, Konstitusi, dan Legitimasi Rakyat
Sabtu, 11 April 2026 | 12:16 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Visi Misi Airin – Ade Sumardi Membawa Gagasan Generasi Muda Banten

Marhaenist.id- Banten, Sekretaris Brigade Sabara Banten, Miftahul Ulum kembali menegaskan komitmen Brigade…

Sikapi Revisi UU Pilkada, GMNI Blitar Gruduk Kantor DPRD

MARHAENIST - Pelantikan anggota DPRD Kota Blitar terpilih periode 2024-2029 berlangsung pada…

Pulau Buru dan Pengarahan Tenaga Kerja Tapol

Marhaenist.id - Pada tahun 1969, 800-an tahanan politik yang dituduh terlibat dalam…

DPC GMNI Jeneponto Gelar Rekrutmen Anggota Baru Melalui PPAB Lintas Komisariat

Marhaenist.id, Jeneponto - Dewan Pengurus Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Bersikaplah Realistis dan Lihatlah ke Masa Depan, Deng Xiaoping

MARHAENIST - Sehubungan dengan pengembangan industri, perhatian utama saya adalah bagaimana bersikap…

Dialektika “Menuju” dan “Mencapai”: Analisis Semantik-Ideologis dalam Pemikiran Tan Malaka dan Soekarno

Marhaenist.id - (Pendahuluan) Dalam kajian pemikiran politik, bahasa bukan sekadar medium komunikasi,…

Foto: Bung Karno yang sedang sakit di Wisma Yaso (Sumber: Arsip Nasional Indonesia)/MARHAENIST.

Ironi Proklamator Kemerdekaan yang Diakhir Hayatnya Malah Diperkosa Kemerdekaannya

Marhaenist.id - Ia berteriak " Sakit....Sakit ya Allah...Sakit..." tapi pengawal diam saja…

Gelar Audiensi dengan Kejari, GMNI Jaktim Bahas Dugaan Korupsi Pengadaan Mesin Jahit dan Peran Pemuda dalam Pengawasan Hukum

Marhaenist.id, Jakarta Timur – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia…

DPC GMNI Palembang Siap Dampingi Masyarakat dalam Kasus Drainase Tersumbat Akibat Ulah Developer

Marhaenist id, Palembang — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?