By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Prof. Arief Hidayat: Perjanjian Dagang RI–AS Jadi Ujian Konstitusi dan Politik Luar Negeri Bebas Aktif
DPP GMNI Desak Pengusutan Terbuka Dugaan Kekerasan Oknum Brimob di Kota Tual yang Tewaskan Anak 14 Tahun
Selamat Datang di “AI New Normal”
Kader GMNI Kota Palu Desak Transparansi Penanganan Kasus Dugaan Kekerasan Aparat di Tual
Antara Dapur MBG dan Nyawa di Kota Tual: GMNI Jakarta Timur Dukung Penuh Kapolri Jadi Petani!

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar GMNI

Gelar Diskusi Bersama Para Pakar, GMNI Jaksel Bahas Otoritarianisme Legal: Antara Hukum dan Kekuasaan

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Minggu, 3 Agustus 2025 | 07:41 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Foto: Kebersamaan Para Pemateri dan Panitia Penyelenggara Diskusi yang digelar oleh GMNI Jaksel dengan Membahas Otoritarianisme Legal: Antara Hukum dan Kekuasaan, Sabtu (2/8/2025)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id, Jakarta — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jakarta Selatan (Jaksel) menyelenggarakan diskusi publik bertajuk “Otoritarianisme Legal: Antara Hukum dan Kekuasaan”.

Diskusi publik itu menghadirkan dua narasumber kritis: Romo Setyo (Pengajar STF Driyarkara) dan Feri Amsari (Pakar Hukum Tata Negara) yang digelar di sekretariat DPC GMNI Jaksel, Sabtu (2/8/2025).

Diskusi yang dimoderatori oleh Bung Dhiva ini berlangsung secara terbuka dan dihadiri oleh mahasiswa dari berbagai kampus serta elemen organisasi kemahasiswaan.

Foto: Prosesi saat diskusi berlangsung, nampak seorang peserta bertanya kepada Para Pakar yang menjadi Pemateri diskusi/MARHAENIST.

Dalam paparannya, Feri Amsari mengkritik fenomena otoritarianisme legal sebagai bentuk otoritarianisme yang membungkus dirinya dengan legitimasi hukum.

Ia menegaskan bahwa hukum saat ini kerap dijadikan alat untuk merampas hak-hak rakyat secara legal.

Salah satu contohnya adalah UU Cipta Kerja yang disusun secara kilat dan minim partisipasi publik. Feri menyebut praktik ini sebagai bentuk “blitzkrieg legislasi”—strategi cepat dan membabi buta untuk meloloskan kebijakan represif.

Lebih jauh, ia menggarisbawahi bahwa otoritarianisme legal juga mewujud dalam bentuk rancangan undang-undang yang berpotensi membungkam kebenaran dan mengatur tindakan represif secara sistemik, seperti yang tercermin dalam RUU KUHAP.

Feri juga mengkritik Putusan Mahkamah Konstitusi No. 90 sebagai bentuk penyalahgunaan kewenangan yudikatif dalam mendukung agenda kekuasaan.

“Solusinya bukan hanya perlawanan di jalanan, tapi juga keterlibatan aktif publik dalam proses legislasi. Tanpa itu, demokrasi hanya menjadi tameng bagi tirani yang dilegalkan,” ujar Feri.

Sementara itu, Romo Setyo menyoroti persoalan ini dari sisi historis dan moral yang membuat dirinya menyatakan bahwa praktik otoritarianisme legal tidak dapat dibenarkan secara moral, dan justru menjadi ancaman serius terhadap nilai-nilai demokrasi yang diperjuangkan sejak Revolusi Prancis—dimana kekuasaan yang tak terbatas mulai dibatasi melalui institusi hukum.

Baca Juga:   Akan Gelar Kongres Persatuan, Mimpi Besar Penyatuan GMNI akan Segera Terwujud Pasca Kongres Ambon

Romo Setyo mengutip teori Moises Naím tentang Revenge of Power yang menjelaskan bagaimana kekuasaan hari ini kembali mencari celah untuk memperluas dirinya melalui tiga jalan, yakni; populisme, polarisasi, dan post-truth.

Ia menilai, dalam konteks Indonesia, ketiganya tumbuh subur—mulai dari bangkitnya populisme berbasis agama, ideologi, partai hingga budaya, yang pada akhirnya melahirkan masyarakat yang terpolarisasi dan kehilangan pegangan pada kebenaran objektif.

“Fenomena ini hanya mungkin terjadi di negara demokrasi, karena hanya dalam ruang demokrasi hukum bisa dipelintir menjadi alat dominasi baru,” jelas Romo, sembari menyinggung warisan praktik serupa di era Orde Baru.

Diskusi ini menjadi ruang reflektif sekaligus peringatan akan kian menguatnya praktik-praktik represif berbaju legalitas.

GMNI Jaksel berharap forum ini tak sekadar menjadi ajang pembacaan situasi, melainkan juga menjadi landasan untuk merumuskan formulasi gerakan yang relevan dengan tuntutan sejarah.

Bagi mereka, esensi marhaenisme adalah keberpihakan dan selama masih ada buruh yang haknya dirampas, petani yang tanahnya dirampok, dan rakyat yang dikorbankan demi akumulasi kuasa, maka segala kenyamanan hari ini bukanlah hasil perjuangan, melainkan hasil kompromi yang tak bisa dibenarkan.***

Penulis: Redaksi/Editor: Bung Wadhaar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Prof. Arief Hidayat: Perjanjian Dagang RI–AS Jadi Ujian Konstitusi dan Politik Luar Negeri Bebas Aktif
Minggu, 22 Februari 2026 | 21:23 WIB
DPP GMNI Desak Pengusutan Terbuka Dugaan Kekerasan Oknum Brimob di Kota Tual yang Tewaskan Anak 14 Tahun
Minggu, 22 Februari 2026 | 00:25 WIB
Selamat Datang di “AI New Normal”
Minggu, 22 Februari 2026 | 00:06 WIB
Kader GMNI Kota Palu Desak Transparansi Penanganan Kasus Dugaan Kekerasan Aparat di Tual
Sabtu, 21 Februari 2026 | 22:13 WIB
Antara Dapur MBG dan Nyawa di Kota Tual: GMNI Jakarta Timur Dukung Penuh Kapolri Jadi Petani!
Sabtu, 21 Februari 2026 | 11:25 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

TAP MPRS MPRS 33/1967 Dicabut, Bung Karno Bebas Dari Segala Tuduhan Terkait Komunisme

MARHANEIST - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) menyerahkan surat pimpinan MPR…

Foto: Dhiva Trenadi Pramudia, Institut Marhaenisme 27/MARHAENIST.

Membangun Kembali Oposisi Marhaen di Era Post-Politics

Marhaenist.id - Dua puluh tujuh tahun setelah reformasi, makna demokrasi di Indonesia…

Alumni UI Garda Pancasila (AUIGP) Dukung DPR-RI Gunakan Hak Angket

Marhaenist.id, Jakarta - Alumni Universitas Indonesia Garda Pancasila (AUIGP) mendukung DPR RI…

Luncurkan Tujuh Buku Jelang Purnatugas, Arief Hidayat Tegaskan Warisan Pemikiran Konstitusi Bernafaskan Pancasila

Marhaenist.id, Jakarta  — Hakim Mahkamah Konstitusi Prof. Dr. Arief Hidayat, S.H., M.S.…

Wacana Revisi UU Pilkada Menguat, Didin Indra Saputra: Demokrasi Jangan Mundur

Marhaenist.id, Jakarta – Wacana revisi Undang-Undang Pemilihan Kepala Daerah (UU Pilkada) yang…

DPC GMNI Jakarta Timur Kunjungi Warga TPU Kebun Nanas yang Terancam Penggusuran

Marhaenist.id, Jakarta Timur – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia…

Karikatur Arief Hidayat Sang Penjaga Konstitusi (Sumber: IA)/MARHAENIST.

Mengenal Arief Hidayat, Sang Penjaga Konstitusi

Marhaenist.id - Nama Prof. Dr. Arief Hidayat, S.H., M.S., dikenal luas dalam…

OMERTA, ADDIOPIZZO: Dari Sisilia ke Lorong-Lorong Gelap Merdeka Merdeka

Marhaenist.id - Istilah "Omerta" tidak lahir dari ruang sidang yang bersih; ia…

Abdy Yuhana: PA GMNI Mendorong Tiga Tokoh Mendapat Gelar Pahlawan Nasional

Marhaenist.id, Bandung - DPP Persatuan Alumni (PA) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?