By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Athar Hasimin Nahkodai PA GMNI Baubau, Konfercab I Tegaskan Perlawanan Apatisme Intelektual dan Pragmatisme Sempit
Aktivis ’98 Soroti Arah Kebijakan Pemerintahan Prabowo–Gibran dalam Momentum 71 Tahun KAA: Dasa Sila Bandung Jangan Dikhianati
Jelang Konfercab GMNI Purwokerto 2026, Eks Ketua DPK GMNI Humaniora UMP Tekankan Tiga Pilar Regenerasi
Merayakan atau Melupakan Kartini di Tengah Krisis Ruang Aman Perempuan
Nasib Guru Honorer di Tengah Gelombang Pengangkatan PPPK Pegawai SPPG

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Study Marhaenisme

Marhaenisme, Marhaen dan Kita

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Rabu, 21 Februari 2024 | 18:56 WIB
Bagikan
Waktu Baca 2 Menit
Foto: Potret Belajar Mengajar yang dilakukan Bung Karno di massa Perjuangan Bangsa Indonesia/Marhaenist.id.
Bagikan

Marhaenist.id – Banyak fenomena ganjil yang terjadi diantara kita. Terutama tentang Marhaenisme. Sebagian dari kita memahami Mahaenisme secara “Voluntaris”, yang memahami Marhaenisme sebagai simbol yang gagah berani, revolusi sekarang juga melawan segala bentuk kedzaliman penindasan.

Dengan kata lain, memahami Marhaenisme sebagai “iman”. Dengan iman revolusioner, seseorang bisa mengguncang dunia, bahkan memindahkan gunung ke lautan.

Apabila gunung itu belum juga berpindah, berarti iman kita yang belum kuat dan harus ditempa lagi dengan merapal ulang frase-frase revolusioner. Semacam mengulang mantra “de samen bundeling van alle revolutionaire krachten”.

Di tengah situasi semacam ini, ada dua tindakan yang sering kita lakukan; pertama, kita kerap menyeret-nyeret teks-teks kanonik Soekarno (secara dogmatik) hanya sebagai “otoritas tekstual” untuk mengobati keresahan kita atas kondisi yang ada.

Kedua, kita kerap menciptakan “musuh-musuh imajiner” yang seakan-akan nyata hendak dilawan. Dengan kata lain, kita masuk ke dalam realitas “simulakra”, realitas maya yang seakan-akan nyata.

Ini adalah konsekuensi logis dari pembacaan secara dogmatik atas teks-teks Soekarno. Seperti melawan Imperialisme, Kolonialisme yang dianjurkan oleh Soekarno tanpa memahami konteks dan anatominya.

Apa sebab hal ini terjadi?

Sebabnya tak lain karena kita “mencerabut” sosialitas si Marhaen dari Marhaenisme itu sendiri. Artinya, kita memahami Marhaenisme tanpa memahami keberadaan Marhaen itu sendiri. Kita menghilangkan keberadaan “Marhaen” sebagai basis ontologis dari Marhaenisme.

Kita berdiri sebagai Marhaenis, minus kaum Marhaen, yang berdiri di atas singasana simptom idealistik. Mereduksi kenyataan objektif pada skema subjektif.

Solusinya, kita perlu memahami keberadaan marhaen menurut situasi saat ini. Memahami kemiskinan si Marhaen dalam konteks saat ini.
Caranya tak lain tak bukan, yakni kita perlu memahami imperialisme, kapitalisme yang ada saat ini, sebagai pencipta dari kemiskinan si marhaen itu sendiri.

Baca Juga:   Marhaenis itu Spiritualis

Sebagai basis material dari keberadaan marhaen saat ini. Dengan manganalisis bagaimana kapitalisme dan imperialisme hari ini bekerja, kita akan memahami posisi dari si marhaen dalam konteks formasi sosial hari ini, dan memahami posisi kita sendiri.

Dengan itu pula, kita memahami bagaimana cara mentransformasikan tindakan dan bagaimana revolusi itu diciptakan.***


Penulis: Arjuna Putra Aldino.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Athar Hasimin Nahkodai PA GMNI Baubau, Konfercab I Tegaskan Perlawanan Apatisme Intelektual dan Pragmatisme Sempit
Minggu, 19 April 2026 | 21:56 WIB
Aktivis ’98 Soroti Arah Kebijakan Pemerintahan Prabowo–Gibran dalam Momentum 71 Tahun KAA: Dasa Sila Bandung Jangan Dikhianati
Minggu, 19 April 2026 | 19:29 WIB
Jelang Konfercab GMNI Purwokerto 2026, Eks Ketua DPK GMNI Humaniora UMP Tekankan Tiga Pilar Regenerasi
Sabtu, 18 April 2026 | 17:53 WIB
Merayakan atau Melupakan Kartini di Tengah Krisis Ruang Aman Perempuan
Sabtu, 18 April 2026 | 10:23 WIB
Nasib Guru Honorer di Tengah Gelombang Pengangkatan PPPK Pegawai SPPG
Sabtu, 18 April 2026 | 10:01 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Membelah Nasionalis, Merapikan Kekuasaan: Tangan Imanuel Cahyadi, Setneg & BIN di Balik Perpecahan GMNI?

Marhaenist.id - Perpecahan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dalam Kongres Bandung bukan…

GMNI Batam: Jangan Terlena Propaganda, Negara Harus Kembali ke Jalan Keadilan Sosial

Marhaenist.id, Batam – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

GMNI Berduka, Senior GMNI Antasari Azhar Telah Berpulang Kepada Sang Khalik

Marhaenist.id, Tangsel - Antasari Azhar, mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode…

Ketum PA GMNI: Transisi Demokrasi Tak Boleh Set Back ke Era Sebelum Reformasi

Marhaenist.id, Jakarta - Ketua Umum DPP Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia…

Kisruh Koperasi dan MRT Bikin Iklim Usaha Buruk,  Ketua PB Jakarta Apresiasi Kebijakan Pramono Anung

Marhaenist.id, Jakarta - Kisruh  antara Koperasi pedagang  dengan manajemen Plasa 2 Blok…

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. ANTARA/Nugroho Akbar

Kemunculan Dewan Kolonel PM Kagetkan Megawati

Marhaenist - Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengungkapkan bahwa…

Ketua Pemuda Demokrat Kecam Pemkot Surabaya: Lamban Tangani Parkir Liar

Marhaenist.id, Surabaya — Ketua Pemuda Demokrat Indonesia Kota Surabaya, Bustomi Saputra, mengecam keras…

Mantan penyidik senior KPK Novel Baswedan. Ari Saputra/Detik

Novel Baswedan: Tidak Ada Bukti Ganjar Terlibat Kasus e-KTP

Marhaenist - Eks penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menyebut tidak…

Pemerintah dan Praktik Manipulasi dalam Proyek Strategis Nasional pada Pengembangan Pantai Indah Kapuk (PIK 2)

Marhaenist.id - Di perairan Kabupaten Tangerang, Banten, ditemukan pagar laut sepanjang 30,16…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?