By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Reforma Agraria dan Krisis Keadilan Sosial
Ketua GMNI NTT Desak Presiden Prabowo Tetapkan Perangkat Desa sebagai ASN atau PPPK
Paul Finsen Mayor: Negara Harus Membaca Budaya Geopolitik Papua, Bukan Memaksakan Modal
GMNI Jakarta Selatan Serukan Aksi Solidaritas untuk Laras Faizati dan Aktivis yang Dikriminalisasi
Etika Negara Demokrasi: Ketika Kekuasaan Harus Tunduk pada Kepercayaan Rakyat

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Study Marhaenisme

Marhaenisme, Marhaen dan Kita

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Rabu, 21 Februari 2024 | 18:56 WIB
Bagikan
Waktu Baca 2 Menit
Foto: Potret Belajar Mengajar yang dilakukan Bung Karno di massa Perjuangan Bangsa Indonesia/Marhaenist.id.
Bagikan

Marhaenist.id – Banyak fenomena ganjil yang terjadi diantara kita. Terutama tentang Marhaenisme. Sebagian dari kita memahami Mahaenisme secara “Voluntaris”, yang memahami Marhaenisme sebagai simbol yang gagah berani, revolusi sekarang juga melawan segala bentuk kedzaliman penindasan.

Dengan kata lain, memahami Marhaenisme sebagai “iman”. Dengan iman revolusioner, seseorang bisa mengguncang dunia, bahkan memindahkan gunung ke lautan.

Apabila gunung itu belum juga berpindah, berarti iman kita yang belum kuat dan harus ditempa lagi dengan merapal ulang frase-frase revolusioner. Semacam mengulang mantra “de samen bundeling van alle revolutionaire krachten”.

Di tengah situasi semacam ini, ada dua tindakan yang sering kita lakukan; pertama, kita kerap menyeret-nyeret teks-teks kanonik Soekarno (secara dogmatik) hanya sebagai “otoritas tekstual” untuk mengobati keresahan kita atas kondisi yang ada.

Kedua, kita kerap menciptakan “musuh-musuh imajiner” yang seakan-akan nyata hendak dilawan. Dengan kata lain, kita masuk ke dalam realitas “simulakra”, realitas maya yang seakan-akan nyata.

Ini adalah konsekuensi logis dari pembacaan secara dogmatik atas teks-teks Soekarno. Seperti melawan Imperialisme, Kolonialisme yang dianjurkan oleh Soekarno tanpa memahami konteks dan anatominya.

Apa sebab hal ini terjadi?

Sebabnya tak lain karena kita “mencerabut” sosialitas si Marhaen dari Marhaenisme itu sendiri. Artinya, kita memahami Marhaenisme tanpa memahami keberadaan Marhaen itu sendiri. Kita menghilangkan keberadaan “Marhaen” sebagai basis ontologis dari Marhaenisme.

Kita berdiri sebagai Marhaenis, minus kaum Marhaen, yang berdiri di atas singasana simptom idealistik. Mereduksi kenyataan objektif pada skema subjektif.

Solusinya, kita perlu memahami keberadaan marhaen menurut situasi saat ini. Memahami kemiskinan si Marhaen dalam konteks saat ini.
Caranya tak lain tak bukan, yakni kita perlu memahami imperialisme, kapitalisme yang ada saat ini, sebagai pencipta dari kemiskinan si marhaen itu sendiri.

Baca Juga:   Marhaenisme: Suatu Tanya Jawab Sederhana

Sebagai basis material dari keberadaan marhaen saat ini. Dengan manganalisis bagaimana kapitalisme dan imperialisme hari ini bekerja, kita akan memahami posisi dari si marhaen dalam konteks formasi sosial hari ini, dan memahami posisi kita sendiri.

Dengan itu pula, kita memahami bagaimana cara mentransformasikan tindakan dan bagaimana revolusi itu diciptakan.***


Penulis: Arjuna Putra Aldino.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print

ARTIKEL TERBARU

Reforma Agraria dan Krisis Keadilan Sosial
Kamis, 15 Januari 2026 | 15:13 WIB
Ketua GMNI NTT Desak Presiden Prabowo Tetapkan Perangkat Desa sebagai ASN atau PPPK
Kamis, 15 Januari 2026 | 12:08 WIB
Paul Finsen Mayor: Negara Harus Membaca Budaya Geopolitik Papua, Bukan Memaksakan Modal
Kamis, 15 Januari 2026 | 09:03 WIB
GMNI Jakarta Selatan Serukan Aksi Solidaritas untuk Laras Faizati dan Aktivis yang Dikriminalisasi
Kamis, 15 Januari 2026 | 01:27 WIB
Etika Negara Demokrasi: Ketika Kekuasaan Harus Tunduk pada Kepercayaan Rakyat
Rabu, 14 Januari 2026 | 22:55 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Perempuan dan Kesejahteraan Buruh Era Rezim Jokowi

Marhaenist - hampir secara keseluruhan masyarakat internasional, mengetahui bahwa 1 mei merupakan…

Ketua Mahkamah Agung (MA) H.M. Syarifuddin. FILE/MA

Ketua MA Sikapi Masukan KPK, Ini Langkah Hakim Agung

Marhaenist - Ketua Mahkamah Agung (MA) H.M. Syarifuddin menyikapi saran dan masukan…

Fufufafa Siapakah Kamu Sebenarnya, Gibran Bukan Sih?

MARHAENIST - Teka-teki soal siapa pemilik akun Kaskus Fufufafa yang menghina habis-habisan…

Puluhan Aktivis Geruduk Ganjar, Dinilai Paling Paham Aspirasi Perempuan

Marhaenist.id, Jakarta - Puluhan aktivis perempuan menggeruduk Ganjar Pranowo untuk memberikan dukungan…

Sukarno dan Analisis Anti-Kolonialnya yang tidak Rasis

Marhaenist.id - Pidato pertama Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta, Senin (16/10/2017),…

Maret 2025, PA GMNI Berduka: 3 Kadernya Telah Pergi

Marhaenist.id - Di Bulan Maret 2025, Persatuan Alumni (PA) Gerakan Mahasiswa Nasional…

Hendak Gelar Mimbar Rakyat Didepan Kementerian dan Stakeholder, GMNI Tangerang Dijegal Preman dan Aparat Keamanan

Marhaenist.id, Tanggerang - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Indonesia (GMNI) Kabupaten…

Pesan Bung Karno Pada GMNI: Revolusi Adalah Menjebol dan Membangun!

Marhaenist.id - Bagi Bung Karno, semangat mengabdi kepada bangsa dan tanah air,…

Prihatin Dengan Kondisi Demokrasi, Keluarga Besar GMNI Kritisi Intervensi Presiden Jokowi di Pemilu 2024 Lewat Manifesto Politik

Marhaenist.id, Jakarta - Keluarga Besar Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) membacakan Manivesto…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format

Vivere Pericoloso

🎧 Online Radio

Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?