By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Megawati Institute: Temuan KPF adalah Alarm Demokrasi. Pemerintah Perlu Segera Melakukan Investigasi Independen dan Terbuka
Demokrasi yang Merawat
Djuari Sang Pejuang Pemikul Tandu Jenderal Soedirman yang Terlupakan: Jejak Setia Sang Pejuang dari Kediri
DPC GMNI Jakarta Timur: Kawasan Industri Pulogadung Diduga Jadi Penyumbang Polusi Udara di DKI Jakarta
Jauh di Mata, Dekat di Hati: Persaudaraan Ho Chi Minh dan Soekarno

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar GMNI

DPC GMNI Jakarta Timur: Kawasan Industri Pulogadung Diduga Jadi Penyumbang Polusi Udara di DKI Jakarta

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Kamis, 19 Februari 2026 | 19:24 WIB
Bagikan
Waktu Baca 4 Menit
Jansen Henry Kurniawan, Ketua DPC GMNI Jakarta Timur (Dokpri)/MARHAENIST
Bagikan

Marhaenist.id, Jakarta Timur – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jakarta Timur menyoroti persoalan pencemaran udara di Kawasan Industri Pulogadung (KIP) sebagai isu serius yang mencerminkan krisis keadilan ekologis di wilayah Jakarta Timur.

Wilayah tersebut dikenal sebagai kawasan dengan kepadatan penduduk tinggi sekaligus pusat aktivitas industri, pergudangan, dan logistik berskala besar.

Dalam beberapa waktu terakhir, kualitas udara di Jakarta Timur kerap berada pada kategori tidak sehat, terutama saat jam sibuk dan musim kemarau, sehingga berdampak langsung pada kesehatan dan kualitas hidup masyarakat.

Kawasan Industri Pulogadung, yang dikelola oleh PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (PT JIEP), merupakan salah satu kawasan industri terbesar dan tertua di Jakarta dengan ratusan tenant dari sektor manufaktur, kimia, logam, makanan dan minuman, hingga logistik.

Aktivitas produksi yang berlangsung hingga 24 jam disebut berpotensi menghasilkan emisi dari cerobong pabrik, boiler, dan genset industri. Selain itu, mobilitas kendaraan berat seperti truk dan kontainer yang keluar-masuk kawasan tanpa jeda turut menambah beban pencemaran udara.

DPC GMNI Jakarta Timur menilai kombinasi aktivitas tersebut berkontribusi terhadap meningkatnya polutan udara seperti PM2.5, NOx, dan SO₂.

Kondisi ini diperparah oleh letak permukiman warga yang relatif dekat dengan zona industri, sehingga dampak pencemaran tidak hanya terisolasi di dalam kawasan, tetapi langsung dirasakan masyarakat sekitar.

DPC GMNI Jakarta Timur juga menegaskan bahwa PT JIEP merupakan perusahaan patungan antara negara melalui PT Danareksa (Persero) dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Dengan struktur tersebut, negara dinilai memiliki peran dominan dalam pengelolaan kawasan, sehingga tanggung jawab pengendalian dampak lingkungan tidak dapat dipandang semata sebagai urusan bisnis, melainkan bagian dari kewajiban negara dalam menjamin hak rakyat atas lingkungan hidup yang baik dan sehat.

Baca Juga:   Kembali Turun ke Jalan, GMNI Hadang Pengesahan RUU TNI

Dalam catatan DPC GMNI Jakarta Timur, pengawasan dan pengendalian lingkungan di kawasan tersebut dinilai masih menunjukkan kelemahan. Dari ratusan tenant yang beroperasi, hanya sebagian yang tercatat mengikuti program penilaian kinerja lingkungan. Selain itu, masih ditemukan pelanggaran baku mutu lingkungan serta kendaraan berat yang gagal uji emisi di area kawasan industri.

Ketua DPC GMNI Jakarta Timur, Jansen Henry Kurniawan, menegaskan bahwa persoalan ini tidak bisa dipandang sebagai isu teknis semata. Menurutnya, paparan polutan udara seperti PM2.5 berkontribusi terhadap meningkatnya risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), asma, dan gangguan pernapasan kronis, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan pekerja sektor informal.

“Pembangunan industri yang mengabaikan kesehatan publik dan kelestarian lingkungan adalah penyimpangan dari cita-cita keadilan sosial. Negara harus hadir bukan hanya sebagai fasilitator pertumbuhan ekonomi, tetapi sebagai pelindung hak rakyat atas udara bersih dan lingkungan hidup yang sehat,” tegas Jansen, Kamis (19/2/2026).

DPC GMNI Jakarta Timur memandang pencemaran udara di Kawasan Industri Pulogadung sebagai persoalan politik pembangunan. Selama orientasi pengelolaan kawasan industri masih menitikberatkan pada keuntungan ekonomi tanpa keseimbangan dengan keselamatan ekologis dan kesehatan rakyat, krisis lingkungan dinilai akan terus berulang.

Sebagai organisasi perjuangan yang berlandaskan ajaran Soekarno, DPC GMNI Jakarta Timur menyatakan komitmennya untuk terus mengawal isu ini sebagai bagian dari perjuangan mewujudkan keadilan sosial dan kedaulatan rakyat atas ruang hidupnya.***

Penulis: Redaksi/Editor: Bung Wadhaar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Megawati Institute: Temuan KPF adalah Alarm Demokrasi. Pemerintah Perlu Segera Melakukan Investigasi Independen dan Terbuka
Jumat, 20 Februari 2026 | 13:15 WIB
Demokrasi yang Merawat
Jumat, 20 Februari 2026 | 12:37 WIB
Djuari Sang Pejuang Pemikul Tandu Jenderal Soedirman yang Terlupakan: Jejak Setia Sang Pejuang dari Kediri
Jumat, 20 Februari 2026 | 12:02 WIB
Jauh di Mata, Dekat di Hati: Persaudaraan Ho Chi Minh dan Soekarno
Kamis, 19 Februari 2026 | 15:54 WIB
Resolusi GMNI 2026
Rabu, 18 Februari 2026 | 16:11 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Prihatin dengan Kondisi Bangsa, AMARAH Touna Gelar Aksi Tutut Pencopatan Kapolri

Marhaenist.id, Touna - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Tojo Una-Una (Touna) melakukan aksi…

Tur “Jejak Langkah Bung Hatta” sebagai Usaha Memperkuat Sejarah, Patriotisme, dan Integritas Anak Muda

Marhaenist.id, Jakarta - Tur Jejak Langkah Bung Hatta berbentuk kegiatan pameran, talkshow dan peresmian…

Komandan Pacul, Marhaen Rasa ‘Korea’

Marhaenist.id - Saat kita menyaksikan pejabat atau politisi di layar kaca maupun…

Bung Yusuf, Api yang Kembali Menyala Buat GMNI

Marhaenist.id - Sudah enam tahun lamanya ia meninggalkan kampus. Namanya Yusuf, dulu…

Catatan Awal Tahun 2026: Indonesia di Persimpangan Identitas

Marhaenist.id - Tahun 2025 telah berlalu, meninggalkan banyak laporan, grafik, dan pernyataan…

Komitmen Kepala Daerah Dalam Pelayanan Informasi Publik

Marhaenist.id - Hak memperoleh informasi merupakan hak asasi manusia, dan keterbukaan informasi…

Pernyataan Sikap GMNI Se-Balikpapan Desak Kongres Persatuan

Marhaenist.id - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) sebagai organisasi kader dan politik…

Pilkada Diwacanakan Kembali ke DPRD, Prabowo Benar-Benar Reinkarnasi Soeharto

Marhaenist.id - Reformasi yang dilancarkan oleh gerakan mahasiswa Indonesia, telah membawa kejatuhan…

Diplomasi Kesehatan Indonesia di Masa Transisi Global Pasca Keluarnya AS Dari WHO

Marhaenist.id  - Penarikan Amerika Serikat dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bukan sekadar…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?