By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Gelar Seri Diskusi Publik Edisi V, PA GMNI Jakarta Raya Tekankan Front Marhaenis Ambil Peran untuk Berdaulat, Berdikari, Berbudaya
Program PKPA Beasiswa Peradi Utama Berlanjut, 140 Kader Ikuti Pertemuan Keempat dengan Materi Tata Acara Pengadilan Pidana
Front Marhaenis Ditengah Kekacauan Politik, Hukum, dan Ekonomi Indonesia Hari Ini
Republik Jenderal Multitasking
DPC PA GMNI Humbahas Ajak Kampus di Sumut Gerakkan Mahasiswa sebagai Relawan Pemulihan Psikologis Anak Korban Bencana

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
ArtikelKabar GMNI

Coming Soon, Ayo Dukung Konsolidasi Persatuan Nasional GMNI sebagai Upaya Menyelamatkan Organisasi dari Perpecahan!

Marhaenist Indonesia
Marhaenist Indonesia Diterbitkan : Sabtu, 19 Juli 2025 | 16:41 WIB
Bagikan
Waktu Baca 5 Menit
Flayer Konsolidasi Persatuan Nasional GMNI yang akan berlangsung di Jakarta/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id – Hampir setahun lebih situasi di Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) tak kunjung normal. Dampak dualisme pasca kongres di Ambon pada 2019 lalu memang terasa hingga di tingkatkan basis, yakni di komisariat masing-masing Kampus.

Dualisme tidak hanya terjadi pada tingkatan Dewan Pimpinan Pusat atau DPP, tetapi hal tersebut terjadi hingga ke Komisariat. Bahkan, ada beberapa Cabang-cabang yang terbelah menjadi dua.

Selain itu banyak juga agenda-agenda penting organisasi pula yang tak berjalan atau stagnan. Apalagi tentang penyatuan organisasi nihil dibahas.

Sebagai organisasi perjuangan yang terus menggelorakan persatuan, kader dan anggota GMNI harusnya malu. Selalu menggembar-gemborkan nasionalisme, sementara di satu sisi kita sendiri telah mempelacurinya.

Perpecahan ini memang sangat menyenangkan dan nyaman bagi kedua DPP, baik Arjuna maupun Imanuel. Lantas bagaimana masa depan organisasi bila persoalan ini tak segera diselesaikan? Siapa yang menyelesaikannya?

Pertanyaan ini tentu menjadi perhatian serius bagi seluruh kader dan anggota GMNI di Tanah Air. Penyatuan sangat mustahil terjadi bila kita masih memiliki ego sektoral masing-masing. Apalagi di tingkatkan DPP GMNI pun terlihat tak memiliki kemauan untuk melakukan penyatuan. Tentu yang bisa menyelesaikan dualisme ini adalah kita sendiri.

Dalam anggaran rumah tangga (ART) GMNI, kader dan anggota wajib menjunjung tinggi kehormatan dan nama baik organisasi. Hal tersebut secara eksplisit diatur pada Pasal 5 (Kewajiban Anggota) dalam BAB I tentang Keanggotaan.

Oleh sebab itu, kami dari Kader GMNI Se-Indonesia dari Sabang sampai Merauke dan dari Miangas sampai Pulau Rote mengajak kepada seluruh DPD dan DPC GMNI se-Indonesia untuk bersama kami dalam Konsolidasi Persatuan Nasional GMNI dalam upaya meyelamatkan organisasi yang akan segera hadir.

Baca Juga:   IMM dan GMNI Riau: Reformasi Polri Harus Tunduk pada Mandat Konstitusi, Bukan jadi Komoditas Politik Kekuasaan

Konsolidasi Persatuan Nasional bukanlah anti thesa dari Kubu Kongres GMNI Bandung yang melanggar AD/ART GMNI (Menyelenggarakan Kongres harusnya dari tahun 2023 lalu berdasarkan masa kepemimpinan DPP GMNI yang terlulis dalam AD/ART, dan sebenarnya yang harus dilakukan adalah Kongres Luar Biasa karena telah melewati batas waktu kepemimpinan), tetapi Konsolidasi Persatuan Nasional GMNI adalah Sinthesa sebagai upaya untuk menyelamatkan organisasi dari perpecahan sejak 2019 lalu agar tidak berkepanjangan dan bisa bersatu kembali tanpa melibatkan kedua DPP GMNI.

Konsolidasi Persatuan Nasional adalah tindak lanjut dari Konsolidasi Nasional di Blitar Jawa Barat yang membentuk Forum Nasional Komunikasi Persatuan dan Konsolidasi GMNI Se-Jabodetabeksu di Jakarta, serta Konsolidasi-konsolidasi internal GMNI yang dilakukan pada ditingkatan DPD bersama DPC-DPC-nya dalam wilayah provinsinya yang mendesak adanya Kongres Persatuan melalui KLB.

Pernyataan Sikap yang akan disuarakan oleh Peserta Konsolidasi Persatuan Nasional GMNI:

1. GMNI Saat ini dalam Krisis Identitas:

~ Dualisme DPP sejak Kongres XXI 2019 adalah pengkhianatan terhadap prinsip Marhaenisme dan Pancasila 1 Juni.

~ Konflik internal mempermalukan sejarah GMNI sebagai organisasi perjuangan rakyat yang berasal dari 3 organisasi besar yang bersatu karena doktrin Marhaenisme dan Pengaruh Bung Karno.

2. Tuntutan Kongkrit:

~ Membubarkan dualisme DPP GMNI dan akan Bentuk Badan Penyelamat Organisasi (BPO) yang independen, terdiri dari perwakilan DPD/DPC se-Indonesia baik dari Kubu Arjuna maupun Kubu Imanuel pada tingkatan bawah organisasi untuk melakukan persiapkan Kongres Persatuan melalui KLB GMNI.

~ Pembentukan Badan Penyelamat Organisasi dalam Konsolidasi Persatuan Nasional!

A. Tanpa syarat.
B. Tanpa diskriminasi faksional.
C. Berbasis mandat ideologis, bukan legitimasi struktural semu.

3. Landasan Ideologis:

~ Marhaenisme Bung Karno mengajarkan: “Persatuan adalah senjata mutlak melawan penindasan..

Baca Juga:   Sukses Gelar PPAB, Ketua GMNI Halut: Bumikan Ajaran Bung Karno!

~ Pidato Bung Karno 1 Juni 1945 menegaskan: “Perpecahan adalah jalan untuk kalah!”

~ Kata Bung Karno: “Melemahkan persatuan berarti memperkuat musuh,bekerja buat perpecahan berarti bekerja buat musuh”.

4. Seruan Perjuangan:

~ Stop konflik elit! GMNI bukan lapangan rebutan kursi, tapi alat perjuangan rakyat tertindas.

~ Kader GMNI seluruh Indonesia: Bersatu di tingkat basis dan rekonsiliasi dari bawah!

~ KLB GMNI: Memutuskan kepemimpinan pusat GMNI yang independent yang berasal dari DPD dan DPC GMNI didaerah, bukan berasal dari DPP GMNI yang pernah menjabat sebelumnya dari kedua kubu.

“Tak perlu lagi ada kubu Arjuna dan Imanuel, sudah saatnya kita bersama-sama kembali membangkitkan marwah organisasi melalui konsep berfikir yang sama!!!”

#BersatulahSegeraMarhaenPastiMenang…!!!


Tulisan ini diambil dari Catatan Tangisan Seluruh Kader GMNI Se-Indonesia yang Berteriak dengan Bercucuran Air Mata Karena tak Ingin GMNI Terus Tenggelam dalam Kehancuran!!!

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print

ARTIKEL TERBARU

Gelar Seri Diskusi Publik Edisi V, PA GMNI Jakarta Raya Tekankan Front Marhaenis Ambil Peran untuk Berdaulat, Berdikari, Berbudaya
Sabtu, 6 Desember 2025 | 23:40 WIB
Program PKPA Beasiswa Peradi Utama Berlanjut, 140 Kader Ikuti Pertemuan Keempat dengan Materi Tata Acara Pengadilan Pidana
Sabtu, 6 Desember 2025 | 23:04 WIB
Front Marhaenis Ditengah Kekacauan Politik, Hukum, dan Ekonomi Indonesia Hari Ini
Sabtu, 6 Desember 2025 | 22:30 WIB
Republik Jenderal Multitasking
Sabtu, 6 Desember 2025 | 12:46 WIB
DPC PA GMNI Humbahas Ajak Kampus di Sumut Gerakkan Mahasiswa sebagai Relawan Pemulihan Psikologis Anak Korban Bencana
Sabtu, 6 Desember 2025 | 12:24 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Jairi, salah satu kader PDIP yang tandatangannya dipakai menggugat SK Kepengurusan DPP PDIP 2024-2025. FILE/Tim Media PDIP

Hanya 300 Ribuan Aja Biaya Nipu Gugat SK Kepengurusan PDIP

MARHAENIST - Lima orang kader PDI Perjuangan (PDIP) antara lain, Jairi, Djupri,…

GO TO HELL WITH YOUR TARIFF: Jalan Politik Non-Blok dan Wujudkan Trisakti

Marhaenist.id - (10/4/2025) Konferensi Asia Afrika diselenggarakan pada 18-24 April 1955 di…

Jadi PM Baru dan Termuda di Thailand, Ini Rekam Jejak Paetongtarn Shinawatra

Marhaenist.id - Parlemen Thailand telah melakukan pemungutan suara atas pencalonan Paetongtarn Shinawatra, putri…

Garis polisi terpasang di gerbang 13 Stadion Kanjuruhan, di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis (06/10/2022) tempat korban meninggal berdesak-desakan akibat gas air mata. TELEGRAF/Koeshondo W. Widjojo

Jumlah Korban Tragedi Kanjuruhan Bertambah 1 Orang, Total Meninggal 132 Jiwa

Marhaenist - Korban tewas dalam tragedi Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur bertambah satu…

GMNI dan Seolah-Olah Berkuasa

Marhaenist.id - GMNI dari tahun 1953 sampai 2024 kini, telah melahirkan sejumlah…

PPN Meningkat, Kelas Menengah Sekarat!

Marhenist.id - Sehubungan dengan disahkannya kenaikan PPN menjadi 12% dalam UU No.7…

Bareng Komunitas Vespa, Ganjar Blusukan Cek Harga Sembako di Pasar Pekalongan

Marhaenist.id, Pekalongan - Ratusan Scooteris Pekalongan dan Pemalang berkumpul di GSP Kafe…

PA GMNI Touna Tantang Kepala-Kepala Dinas yang Baru di Lantik Prioritaskan Kepentingan Kaum Marhaen

Marhaenist.id, Touna - Kabupaten Tojo Una-Una (Touna) memasuki babak baru dengan adanya…

Pesan Terakhir Ki Hadjar Pada Bung Karno

Marhaenist.id - Bung Karno membesuk Ki Hadjar Dewantoro sekitar April 1959, salah…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format

Vivere Pericoloso

🎧 Online Radio

Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?