By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
GMNI Jember Tegaskan Pembebasan Kader Bukan Akhir Perjuangan, Melainkan Awal Babak Baru Gerakan
Berhenti Mendewakan Investasi Asing, Pembangunan Harus Bertumpu Pada Kekuatan Rakyat
Ibu Pertiwi Dilanda Musibah
IMIP, Investasi, dan Kehancuran
Buntut Hina Suporter Persib dan Suku Sunda, GMNI Secara Tidak Hormat Pecat Youtuber Resbob

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Polithinking

Catatan Merah dari Putera Bung Karno, Ini Kata Ganjar Pranowo dan Mahfud MD

Marhaenist ID
Marhaenist ID Diterbitkan : Rabu, 19 Oktober 2022 | 19:25 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Guntur Soekarnoputra dalam peluncuran buku Catatan Merah Dari Putera Bung Karno Jilid 3, 19 Oktober 2022. MARHAENIST
Guntur Soekarnoputra dalam peluncuran buku Catatan Merah Dari Putera Bung Karno Jilid 3, 19 Oktober 2022. MARHAENIST
Bagikan

Marhaenist – Putra pertama Presiden Soekarno, yang juga merupakan Ketua Dewan Ideologi Persatuan Alumni GMNI (PA GMNI), Guntur Soekarnoputra (Mastok) meluncurkan buku baru berjudul Catatan Merah dari Putera Bung Karno. Gubernur Jawa Tengah yang juga kader PDIP Ganjar Pranowo mengatakan bahwa buku itu mengingatkan kepada kita semua bahwa pernah banyak sejarah yang terjadi di Indonesia.

“Sehingga keputusan akan diambil dari banyak sektor, Mastok telah mengingatkan melalui roadmaptis ini, peringatan-peringatan dari catatan merah agar sebenarnya kita tidak masuk pada lubang yang sama, sehingga kita lebih hati-hati. Tentu ini kenegarawanan yang dimiliki oleh Mastok, dan kemudian dicoba ada retailing dari buku ini, sehinga anak-anak muda bisa belajar,” kata Ganjar saat memberikan testimoninya secara daring, Rabu (19/10/2022).

Ganjar menerangkan, melalui buku tersebut, juga bisa untuk mengetahui sejarah masa lalu untuk lebih bijak dalam mengambil keputusan sekarang.

Sementara itu, menurut Megawati Soekarnoputri dalam terstimoninya mengatakan, apa yang ditulis oleh Guntur itu benar, dan tidak perlu ditanyakan lagi.

Sedangkan Menkopolhukam, Mahfud MD mengatakan, bahwa judul Catatan Merah itu sangat penting dan berkarakter.

“Karena merah itu berarti tegas dan berani, artinya buku ini tentu akan berisi hal-hal yang bisa mendobrak keperdulian kita, bagaimana dulu Bung Karno berbuat yang disaksikan oleh mas Guntur dan bu Mega, dan putra-purtinya dengan berpegang teguh pada prinsip secara tegas dan berani, apapun dihadapi,” katanya.

Mahfud menjelaskan bahwa, arti warna merah itulah yang melatar belakangi bendera merah – putih.

“Merah itu artinya berani, putih itu artinya bersih, jujur, tulus, nah ini segi-segi ketegasan Bung Karno, catatan merah,” jelasnya.

Menurut Mahfud, melalui buku ini, bisa diambil pelajaran, tentang sejarah dari apa yang disampaikan oleh Bung Karno tentang Jasmerah (jangan sekali-kali meninggalkan sejarah).

Baca Juga:   Pedagang dan Warga Palembang Yakin Ganjar Mampu Stabilkan Harga Sembako

“Ini tentu catatan merah ini, memuat bagian-bagian tertentu dari sejarah perjalanan hidup Bung Karno yang dicatat oleh mas Guntur sekarang ini, dan kita dapat belajar dari sejarah, mana yang baik, mana yang buruk apa akibat dari sebuah perbuatan itu selalu ada dalam catatan sejarah,” ungkapnya.

Mahfud menegaskan bahwa dalam agama ungkapan Jasmerah sangat hebat dan sama persis dengan apa yang dikatakan dalam Al-Quran tentang sejarah.

“Hai orang-orang yang beriman jangan lupakan sejarahmu, masa lalumu, karena engkau bisa membangun masa depanmu dengan melihat sejarahmu,” tandasnya.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print

ARTIKEL TERBARU

GMNI Jember Tegaskan Pembebasan Kader Bukan Akhir Perjuangan, Melainkan Awal Babak Baru Gerakan
Rabu, 17 Desember 2025 | 00:13 WIB
Perajin membersihkan kedelai di salah satu rumah industri di Jakarta, Kamis (6/10). Ketua Umum Gabungan Koperasi Produsen Tahu dan Tempe Indonesia (Gakopindo) Aip Syarifuddin mengatakan kenaikan harga kedelai impor satu bulan terakhir rata-rata berada di kisaran Rp6.900 - Rp7.000 per kilogram di tingkat koperasi yang sebelumnya Rp6.300 - Rp6.500 sedangkan harga di pasaran lebih tinggi yakni Rp10.597 per kilogramnya. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/pras/16.
Berhenti Mendewakan Investasi Asing, Pembangunan Harus Bertumpu Pada Kekuatan Rakyat
Selasa, 16 Desember 2025 | 19:45 WIB
Ibu Pertiwi Dilanda Musibah
Selasa, 16 Desember 2025 | 14:06 WIB
IMIP, Investasi, dan Kehancuran
Selasa, 16 Desember 2025 | 13:18 WIB
Buntut Hina Suporter Persib dan Suku Sunda, GMNI Secara Tidak Hormat Pecat Youtuber Resbob
Selasa, 16 Desember 2025 | 13:16 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Komedi tanpa Nurani: Pandji Pragiwaksono dan Luka Kolektif Masyarakat Toraja

Marhaenist.id - Belakangan ini panggung komedian menjadi sorotan publik yang dinilai telah…

Kampanye 315 Titik, Ganjar Serap Aspirasi untuk Perbaiki Ekonomi Rakyat

Marhaenist.id, Jakarta - Ganjar Pranowo berorasi di hadapan ratusan ribu pendukungnya di…

DPR Bikin Emosi: Kok Bisa Orang-Orang ‘Kualitas Rendahan’ Duduk di Senayan?

Marhaenist.id - Sejak 25 Agustus 2025, rangkaian demonstrasi yang marak di berbagai…

Siap Proses Laporan Selama 1×24 Jam, Erman Katili Instruksikan Semua Jajaran Bawaslu Kota Gorontalo Sigap di Masa Tenang

Marhaenist.id, Gorontalo Kota - Memasuki masa tenang Pilkada Kota Gorontalo, Bawaslu Kota…

Ramai Soal Begal Konstitusi, Garuda Biru Bergema di Medsos

MARHAENIST - Serempak warganet beramai-ramai membagikan gambar burung garuda berwarna biru disertai…

Presiden atau Cuma OMON-OMON?

Marhaenist.id - Prabowo Subianto mungkin punya satu keinginan sederhana: namanya tercatat dalam…

Beredar Akun IG PA GMNI Sulawesi Tenggara, DPD PA GMNI Sultra Nyatakan Tak Memiliki Akun IG

Marhaenist.id, Kendari - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Alumni (PA) Gerakan Mahasiswa…

Puluhan Jenderal Dukung Ganjar, Siap Lawan Segala Bentuk Intervensi

Marhaenist.id, Karangayar - Puluhan Jenderal dari TNI dan Polri menegaskan siap mengawal…

Perlindungan Anak: Paparan Media Sosial dan Konten Digital

Marhaenist.id - Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia yang…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format

Vivere Pericoloso

🎧 Online Radio

Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?